Terbenam Saat Gelap
Bulir air mata menusuk kulit
jemari renta mengerut dahi
tangan hina menggenggam hati
renung tunduk di tepi serambi
hati diam tanya mentari
duduk bersila mengepal jari
api semangat di basuh frustasi
ia bagai hati pecah kuali
fikir hati sejernih air
meski hati sekeruh air
cair langkah kian beku
tubuh tertindih terikat kaku
lambai tanya aku apa ?
fikir pun aku kian tak sampai
tarian gemulai segumpal sesal
kini angan terikat rantai kapal
- Bung Deri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar