Pengadilan Cinta
Aku
duduk memelas meratap meja hijau
kakiku merapat, dahiku tertopang jari
sambil menata seribu syair maaf
tapi harapan jalan menjauh
Aku
terbayang akan pengorbanan
untuk dia, yang tercinta
terbayang akan perjuangan
untuk dia, yang terkasih
Aku
yang ia lupakan
hingga habis ke muara
yang ia abaikan
seakan tak pernah ada cerita
Aku
terdiam dan terlemas
kerutkan dahi, mengemis maaf
teringin dulu teramat ingin
kini palu dupukul, aku terbuang
- Bung Deri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar