Gadis Berwajah Pucat
Wajah ayu pucat fasih
tesenyum pada kabut pagi
luka robek di waktu malam
masih terasa mengiris hati
Duduk membungkuk layaknya udang
bersandar ia di tembok merah
jika teringat luka semalam
ia terdiam tak berani pulang
Hati tercabik meski tanpa darah
dimainkan oleh seorang rupawan
bermuka hijau, berotak kera
ia korban dari kerasnya ibu kota
- Bung Deri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar