Hujan Di Kala Senja
Semakin tertinggal waktu subhi
Dikala itu langit mendung lagi
Semakin tertinggal waktu isai
Diwaktu itu hujan turun lagi
Awal kaki tergelincir lidah
Sekarang tangan di bodohi mata
Meski sudah habis jumlah
Tujuan pula entah beranta
Bermimpi hanya berharap cinta
Padahal hati tertipu harta
Tubuh disekap hasrat birahi
Padahal hasrat kan datang lagi
Awal mula datang besama
Akhiri semua di magribi
Mimpi indah tidur berdua
Padahal mati tidur sendiri
- Bung Deri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar