Selasa, 06 September 2011

Pelangi Di Dipan Kayu

 Pelangi Di Dipan Kayu

Terpukau hungga termalu Aku,
Membungkuk dan sandarkan badan layak udang
Disini di dipan kayu ku kepalkan jari menopang dahi
Hingga ku dapat sebuah jawaban
"Disini, hatiku ringkuk terpulas"

-Bung Deri

Maukah kamu menjadi teman Saya??

Salam Budaya,,

Kunjungi & Tambahkan Saya sebagai teman Anda di FACEBOOK:

Nama Saya :
Muhamad Deri Andriansyah

di tunggu ya Kawan!!
*Jika sudah mengirim permintaan tolong sertakan dengan wall ya..
Terimakasih!! ^^


Jumat, 02 September 2011

Karpet Hijau

Karpet Hijau

Bocah mungil kumal dekil
tertidur pulas di jembatan hijau
Aroma pesing tercium dalam
bekas terbuai mimpi semalam

Detak pijakan orang yang lewat
seakan iramakan nada jalanan
Asap mengepul dari kendaraan
seakan mengangkat ia tidur di awan 

Cita mencita pemimpin bangsa
agar gelandang hidup sejahtera
Tapi cita sekadar mencitra
Usaha menanggung tujuan pun tiada

-Bung Deri

Minggu, 14 Agustus 2011

Terlampau

Terlampau

Ranting serawak hialang terbakar
Sujud tilawah di padang mahsyar
Bohong merebak hingga ke Dakar
Kembali ke awal teramat sukar

- Bung Deri

Minggu, 07 Agustus 2011

Malimbu

Malimbu

Pesona membiru langsing menyabit
menyegarkan daun hijau di kaki bukit
pasir putih nan permai pemanja kaki
mendesah lemas tertiup angin

Bukit hijau terbentang menghadang
gili-gili tampak segar di utara 
pepohonan menari bersama irama ombak
matahari terbenam di ufuk tampak indah kemerahan.

- Bung Deri

Kamis, 04 Agustus 2011

Malu Malu

Malu malu

Itik mencelup kaki secuil,
Dingin ketulang badan menggigil..
Walau lama hati memanggil,
Nama tergapai cinta melabil.

Cicak mati di tepi sudut,
kering membungkuk tanpa terbalut..
Saling sapa tak juga menyahut,
hasrat tersendat waktu terpaut
- Bung Deri

Sayap Sobek

Sayap Sobek

Kabut hitam menjerat indah angkasa
sayap sobek si kupu-kupu mati
menangis dalam senyumnya
tertawa dalam tangisnya

Kulit keriput sebening kaca
hati keriput berbalut dusta
tutur lembut bujuk rayunya
mendesahkan nafas yang terhempas

hati mati tertikam tawa
pasrah lemas tubuh tersakiti
senyum penuh arti si dalang boneka
senyum perih di hati yang mati

lalat hijau menari indahnya
di atas hati yang membiru
menyakiti demi kenikmatan semata
hanya hidup yang ia cari dalam dosa

- Bung Deri 

Bocah PALESTINA

Bocah Palestina
  
     Jika titik diibaratkan bagai akhir, maka akan ku ubah menjadi akhir tak berujung, Jika koma diibaratkan sebagai pembatas yan sesaat, maka akan ku hapus batas dari segala koma.
     Jika bahasa menjadi tajam bagai pedang, maka kalian telah menyaksikan pedang itu telah memotong jalan harapan kalian kaum tak bertanah.

     TITIK air mata jatuh meresap ke dalam tandusnya pasir.
suara jeritan terdengar bagai suara kapal tempur,
darah mejadi minuman wajib bagi mereka kaum yang telah lama menjadi budak dan tak bertanah.


     TITIK cahaya di malam gelap indah bagai bintang kejora.
tak sangka membakar hanguskan seisi kota.
bintang jatuh bertubi-tubi bagai rinai air hujan di bumi kemarau panjang.

     TITIK pasir tersapu kaki kecil pelempar jitu dari mereka yang bersatu, semangat membatu, terbakar menjadi lahar yang melumerkan debu-debu.
terbang melayang semangat tertiup angin di negeri gurun, bebas lepas semangat semakin erat.

    TITIK kilauan panasnya peluru dikalahkan kerikil yang dilempar mereka para bocah gurun.bayi kecil tanpa dosa tangan patah tubuh disiksa oleh mereka yang tak bertanah dan bersenjatakan gerobak baja.

     TITIK harapan seakan sirna ketika mereka yang tau, melihat, mereka yang hanya mengerutu terdiam tanpa kata,mengkerutkan dahi mengepal jari hanya terdiam tanpa kata, bahkan memalingkan wajah, tan tenggelam dalam air mata tanpa membantu.

     TITIK bubuk mesiu masih menempel di bibir bocah yang memegang batu.
pita hitam diikatkan sebagai tanda semangat dan berkabung, dalam berjuang mereka berseru ALLAHUAKBAR.... betapa sungguh berlipat lebih kuat dibandingkan mereka kaum tak bertanah.

BATU vs PELURU


- Bung Deri

Sabtu, 30 Juli 2011

Sayap Sobek

Sayap Sobek

Kabut hitam menjerat indah angkasa
sayap sobek si kupu-kupu mati
menangis dalam senyumnya
tertawa dalam tangisnya

kulit keriput sebening kaca
hati keriput berbalu dusata
tutur lembut bujuk rayunya
mendesahkan nafas yang terhempas


hati mati tertikam tawa

pasrah lemas tubuh tersakiti
senyum penuh arti si dalang boneka
senyum perih di hati yang mati

lalat hijau menari indahnya
di atas hati yang membir
menyakiti demi kenikmatan semata
hanya hidup yang ia cari dalam hampa

- Bung Deri 

Menentang

Menentang

Aku berdiri
dalam hentakan nadi yang terbakar
Aku berdiam
mengemis dalam segala permainan

Aku tersisa
harga diri yang belum ku jual
Aku terletih
Mengemis dalam segala permainan

Aku dihidup
bukan sebagai boneka tangan
Aku dibelot
bukan karna beda fikiran

Aku disini
tak lalui jalan yang kau buat
Aku disana
menentang maju atas jalan ku sendiri

- Bung Deri 

?

?

Tapak hentak detak tapal kuda
melengking nyaring humus pedang berkilau
retak pecah tameng baja
lari laju tekad menghantam risau

Bendera hitam berkibar siaga
benteng batu menentang tahta
pejuang mulia bertekad dalam lemahnya
meski alir darah bercampur nanah


padang pasir meradang bagai sehelai benang
air, pasir meradang bagai berhambur renggang
darah tumpah campur lumpur hina
anak istri menanti kembalinya cinta


makam batu tertangis sedu
jasad masuk liang terhampar
cinta sedu lemas tanpa tulang
pejuang berhati baja tlah berplang


- Bung Deri

Rintihan Yang Manis

Rintihan Yang Manis

Langkah kecil di tepi zaman
menapak lamban menenteng mangkuk bundar
dalam haru bersimbah harapan
ada hari lunasnya janji tuhan

Bulan tampak hadir kesiangan
bagai pucat putih hutang sang kafan
dimana ia mencari harapan
ia duduk sandarkan badan

Tengadah hai telapak yang manis
ia tunduk bungkuk menahan tangis
menahan luka sobek terhianati
ia yang menghukum di bumi ini

- Bung Deri 

Bunga Dalam Dilema

Bunga Dalam Dilema

Cerita cinta terhadang dilema
tentang aku dan pengadilan cinta
ketika meja hijau di gelar membentang
membawa aku sebagai tersangka

Ia pupuki benih cinta ini
hingga tumbuh mekar di taman hati
ketika aku berkata cinta padanya

ia terdiam menoleh pergi

pengadilan antara aku dan masalalu
dan mimpi indah lamun membatu
apa ia fikir aku bunga
tapi, aku hanya wanita biasa yang digantung cinta

- Bung Deri

Nyelir Kehidupan

Nyelir Kehidupan

Gegap gempita si kakek rusa
dalam nyelir dawai pencitra
halus terjenak di lambai bayu
dalam gerak belai kemayu

Ratap terjenak termenung diam
bersila kaki bersandar badan
bias cahaya dalam helai malam
sutra terpakai paras terdandan

gelap terang silih bertukar
pecah batu cangkir tertumpah
tubuh mati tertusuk belukar
dalam jasad biru anjing meludah

aduhai sayang dibelai inang
budak bertiga lari berbentang
aduhai sayang terlelap uang
indah temayang mati terbuang

- Bung Deri 

Bunga ilalang

Bunga Ilalang

Musim demi musim berlalu
ia datang bagai bunga ilalang
awal indah tatap wajahnya
hati tergetar manis senyumnya

Langkah terhenti becak tingkahnya
lemparkan aku dari gelapnya dunia
ia hanya bagai bunga ilalang
di hatiku yang terluka sang parang

ia hantarkan aku ke hatinya
namun tak selama fikirku
ia lupakan aku sendiri
ia terbang tertiup angin sepi

- Bung Deri

Sayap Kecil

Sayap Kecil

Dalam gelap ia terdiam
lambung mengkerut di hening malam
angan terbias lampu istana
mengikat debu dan merana

Congkak istana seakan meludah
urusan sulit menjadi mudah
paras tampan pemilk negri
seakan menoleh lari tak peduli

bayang indah hanya mimpi
air mata riuh membanjiri
tubuh kecil tertunduk lemas
tertusuk zaman tertimbun emas

menggaruk nasi dari sampah
menghirup pasir menadah ludah
bayang putih terangkat pergi
terbujur kaku, harapan mati

- Bung Deri 

Islam

Islam

Islam bagai serambi
tempat berlutut menekuk kaki
Islam bagai kebun bunga
tempat merawat dan mencinta

Islam bagai bangku meja
tempat berilmu dan bercerita
Islam bagai tembikar
tempat menyimpan dosa yang terbakar

Islam bagai istana
Tempat termewah dan berwarna
Islam bagai pakaian
Selalu ku rawat dan kenakan

Islam bagai dunia
tempat merampung Alam semesta
Islam bagai menggantung
Membeku di sum-sum, tulang dan jantung

- Bung Deri 

Darah Membeku

Darah Membeku

Jika benar cinta itu apa
hanya puji manis bujuk rayunya
Jika benar cinta itu apa
sendiri hati dalam berkelana

Jika cinta punya mata
kan pandang hatiku yang talas
Jika cinta punya mata
remuk hancur hatiku terbujur lemas

ia yang bagai urat nadiku
tinggalkan ku mati sendiri
ia yang baga sumsum tulangku
tinggalkan aku lumpuh disini

luka menganga nanah menjiplak
bayang iringi langkah menapak
rasa terbang tinggi kian mengepak
dasar manusia berwajah taplak

- Bung Deri 

Terbenam Saat Gelap

Terbenam Saat Gelap

Bulir air mata menusuk kulit
jemari renta mengerut dahi
tangan hina menggenggam hati
renung tunduk di tepi serambi

hati diam tanya mentari
duduk bersila mengepal jari
api semangat di basuh frustasi
ia bagai hati pecah kuali

fikir hati sejernih air
meski hati sekeruh air
cair langkah kian beku
tubuh tertindih terikat kaku

lambai tanya aku apa ?
fikir pun aku kian tak sampai
tarian gemulai segumpal sesal
kini angan terikat rantai kapal

- Bung Deri 

Gadis Berwajah Pucat

Gadis Berwajah Pucat

Wajah ayu pucat fasih
tesenyum pada kabut pagi
luka robek di waktu malam
masih terasa mengiris hati

Duduk membungkuk layaknya udang
bersandar ia di tembok merah
jika teringat luka semalam
ia terdiam tak berani pulang

Hati tercabik meski tanpa darah
dimainkan oleh seorang rupawan
bermuka hijau, berotak kera
ia korban dari kerasnya ibu kota

- Bung Deri 

Pengadilan Cinta

Pengadilan Cinta

Aku
duduk memelas meratap meja hijau
kakiku merapat, dahiku tertopang jari
sambil menata seribu syair maaf
tapi harapan jalan menjauh

Aku
terbayang akan pengorbanan
untuk dia, yang tercinta
terbayang akan perjuangan
untuk dia, yang terkasih


Aku
yang ia lupakan
hingga habis ke muara
yang ia abaikan
seakan tak pernah ada cerita

Aku
terdiam dan terlemas
kerutkan dahi, mengemis maaf
teringin dulu teramat ingin
kini palu dupukul, aku terbuang

- Bung Deri

Kejujuran

Kejujuran

2 Kakiku harus patah
Demi dapatkan keseimbangan
7 Rusukku harus patah
demi dapatkan kelegaan

Semua syaraf ku harus putus
demi dapatkan perhatian
Tulang leherku harus terputar
demi dapatkan potongan waktu

4 Harapanku harus hilang
demi dapatkan keikhlasan
1 Tujuanku harus hilang
demi dapatkan ketenangan

- Bung Deri 

Terbebas

Terbebas

menghitung siulan burung
burung hitam di malam hari
sambil berharap
sakit ini agar cepat pergi

Aroma langit mendung
saat menetesnya air mata ini
sambil berharap 
dilunasinya Janji ini

dari kulit hingga tulang
menjadi sangat dingin
terasa lega di tenggorokan
sambil pejamkan kedua mata ini

- Bung Deri

Aku Dan Kayuringin

Aku Dan Kayuringin

Kacang pecah di ratap cermin
Tercacah nyiur terlambai angin
Gelancah kaki tersayup dingin
Pemecah kacang tersayat cermin

Angin bersiul di malam dingin
Mengikat raga mengiris batin
Cerita hilang di warna satin
Mengikat tanda di kayuringin

Paras gaya makin teringin
Tinggal sehelai daun beringin
Rasa percaya kini mendingin
Membekas luka di dalam batin

- Bung Deri 

Cinta Terbalas Dusta

Cinta Terbalas Dusta

Batu di pukul batu
Akar sepit fikir seribu
Amboi nian di belai inang
Mati satu terbelai sayang

Cermin retak pecah seribu
Ade patahkan delima abang 
Tapi sayang tertimang sayang
Bukan hanya ade seorang

Kutang ungu berenda bunga
Goresan manis pahitnya cinta
Meski abang tertimpa dusta
Hanya ade yang abang cinta

- Bung Deri

Bersilat Diri

Bersilat Diri

Malu akan yang di lihat
Semakin malu jika di lihat
Apa dasar tipu muslihat
Lirik samping hindari hajat
Jalan santai melangkah ragu
Akal tak jalan diri tertipu
Lari cepet pun kaki tak mampu
Walau hati dasarnya batu
Liur mengalir di pukul mata
Walau mimpi di jurang dusta
Jatuh masuk ke palung derita
Itu dia yang mati tertawa
Dasar anak berhati iri
Muslihat handal tak tau diri
Tutur indah menipu hati
Aduhai paras seperti kaki
- Bung Deri

Hujan di kala senja

Hujan Di Kala Senja

Semakin tertinggal waktu subhi
Dikala itu langit mendung lagi
Semakin tertinggal waktu isai
Diwaktu itu hujan turun lagi

Awal kaki tergelincir lidah
Sekarang tangan di bodohi mata
Meski sudah habis jumlah
Tujuan pula entah beranta

Bermimpi hanya berharap cinta
Padahal hati tertipu harta
Tubuh disekap hasrat birahi
Padahal hasrat kan datang lagi

Awal mula datang besama
Akhiri semua di magribi
Mimpi indah tidur berdua
Padahal mati tidur sendiri

- Bung Deri

Sahabat Dalam Sajak

Sahabat dalam sajak

Langkah kecil memijak pergi
Menderet cerita di embun pagi
Dalam garis laskar pelangi
Cinta cita berdamping pergi


Ikatan batin berapa muda
Sajak tertulis di lapang dada
Mengukur jalan kita bersama
Menggantung harapan Asa pun ada


Takan pergi meski hadirnya cinta
Takan beda meski berlawan asa
Takan tengkar di dendam jua
Sajak dengan sahabat sebenarnya


- Bung Deri