Minggu, 14 Agustus 2011

Terlampau

Terlampau

Ranting serawak hialang terbakar
Sujud tilawah di padang mahsyar
Bohong merebak hingga ke Dakar
Kembali ke awal teramat sukar

- Bung Deri

Minggu, 07 Agustus 2011

Malimbu

Malimbu

Pesona membiru langsing menyabit
menyegarkan daun hijau di kaki bukit
pasir putih nan permai pemanja kaki
mendesah lemas tertiup angin

Bukit hijau terbentang menghadang
gili-gili tampak segar di utara 
pepohonan menari bersama irama ombak
matahari terbenam di ufuk tampak indah kemerahan.

- Bung Deri

Kamis, 04 Agustus 2011

Malu Malu

Malu malu

Itik mencelup kaki secuil,
Dingin ketulang badan menggigil..
Walau lama hati memanggil,
Nama tergapai cinta melabil.

Cicak mati di tepi sudut,
kering membungkuk tanpa terbalut..
Saling sapa tak juga menyahut,
hasrat tersendat waktu terpaut
- Bung Deri

Sayap Sobek

Sayap Sobek

Kabut hitam menjerat indah angkasa
sayap sobek si kupu-kupu mati
menangis dalam senyumnya
tertawa dalam tangisnya

Kulit keriput sebening kaca
hati keriput berbalut dusta
tutur lembut bujuk rayunya
mendesahkan nafas yang terhempas

hati mati tertikam tawa
pasrah lemas tubuh tersakiti
senyum penuh arti si dalang boneka
senyum perih di hati yang mati

lalat hijau menari indahnya
di atas hati yang membiru
menyakiti demi kenikmatan semata
hanya hidup yang ia cari dalam dosa

- Bung Deri 

Bocah PALESTINA

Bocah Palestina
  
     Jika titik diibaratkan bagai akhir, maka akan ku ubah menjadi akhir tak berujung, Jika koma diibaratkan sebagai pembatas yan sesaat, maka akan ku hapus batas dari segala koma.
     Jika bahasa menjadi tajam bagai pedang, maka kalian telah menyaksikan pedang itu telah memotong jalan harapan kalian kaum tak bertanah.

     TITIK air mata jatuh meresap ke dalam tandusnya pasir.
suara jeritan terdengar bagai suara kapal tempur,
darah mejadi minuman wajib bagi mereka kaum yang telah lama menjadi budak dan tak bertanah.


     TITIK cahaya di malam gelap indah bagai bintang kejora.
tak sangka membakar hanguskan seisi kota.
bintang jatuh bertubi-tubi bagai rinai air hujan di bumi kemarau panjang.

     TITIK pasir tersapu kaki kecil pelempar jitu dari mereka yang bersatu, semangat membatu, terbakar menjadi lahar yang melumerkan debu-debu.
terbang melayang semangat tertiup angin di negeri gurun, bebas lepas semangat semakin erat.

    TITIK kilauan panasnya peluru dikalahkan kerikil yang dilempar mereka para bocah gurun.bayi kecil tanpa dosa tangan patah tubuh disiksa oleh mereka yang tak bertanah dan bersenjatakan gerobak baja.

     TITIK harapan seakan sirna ketika mereka yang tau, melihat, mereka yang hanya mengerutu terdiam tanpa kata,mengkerutkan dahi mengepal jari hanya terdiam tanpa kata, bahkan memalingkan wajah, tan tenggelam dalam air mata tanpa membantu.

     TITIK bubuk mesiu masih menempel di bibir bocah yang memegang batu.
pita hitam diikatkan sebagai tanda semangat dan berkabung, dalam berjuang mereka berseru ALLAHUAKBAR.... betapa sungguh berlipat lebih kuat dibandingkan mereka kaum tak bertanah.

BATU vs PELURU


- Bung Deri